Rabu, 04 Februari 2015

Tentang Desaku

Mesjid Peryayi... itulah nama Kampung Halamanku, dimana suasana sejuk dipagi hari yang meresap hingga ke tulang belulangmu, nyanyian-nyanyian burung yang merdu, serta suara riuk sungai yang sendu. bunga-bunga albasiyah terpapar disepanjang jalan, pohon-pohon bambupun terus bergoyang sepanjang hari. saat hujan kita beramai-ramai pergi ke sawah, entah itu mencari belalang, ikan ataupun jamur, apapun yang dilakukan yang jelas kita seru-seruan bersama gemercik hujan.
Sore harinya selalu ada permainan Sepak Bola atau pun Bola Kasti hingga Adzan Maghrib menjelang. Sehabis Maghrib kita beramai-ramai pergi ke saung surau untuk mengaji, ramai sekali dengan suara-suara kita yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Malamnya seba'da Isya selalu ada permainan petak Umpet atau pun Bentengan yang membuat kita lupa waktu. sampai-sampai orang tua kita datang memanggil agar segera pulang, karna kita harus belajar dan sekolah esok paginya.

Hari-hari yang selalu indah tanpa beban fikiran, yang kita lakukan hanyalah bermain dan menikmati indahnya alam pedesaan.

10 Tahun berlalu...
Semuanya telah berubah, Pagi hari yang tak sesejuk dan seindah dulu, nyanyian burung yang tak seramai dulu, riuk sungai yang tak sesendu kala itu, serta bunga-bunga albasiyah yang hilang karna pelebaran jalan. saat hujanpun kitak dak dapat lagi bermain disawah, karna lebih dari 50% sawah-sawah tempat bermain kita kini berubah jadi perumahan. tempat yang dulu kita gunakan untuk bermain bolapun kini telah berubah menjadi sebuah gedung sekolah. yah, begitulah keadaan Desa kami sekarang..